Tuesday, May 5, 2020

4 Jenis Obat Untuk Sembuhkan Virus Corona


Jumlah pasien terinfeksi Covid-19 telah mencapai lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia. Berdasarkan data per 16 April 2020, sebanyak 2.089.617 orang positif corona. Dari jumlah tersebut, 134.809 pasien meninggal dunia dan 516.202 dinyatakan sembuh. 

Semenjak World Health Organization (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global, berbagai institusi dan lembaga berlomba-lomba untuk menemukan obat dan vaksin untuk penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini.



1. Avigan 
Avigan atau Favipiravir adalah obat antivirus dari Jepang yang dikembangkan oleh perusahaan Jepang, yaitu Fujifilm Toyama Chemical, dan diproduksi oleh Zheijang Hisun Pharmaceutical. Pada dasarnya, Avigan dikembangkan untuk mengobati virus influenza. Avigan tersebut diakui sebagai pengobatan eksperimental untuk pasien Covid-19. Situs Live Science menyebutkan, Avigan secara khusus dibuat untuk mengobati virus RNA. Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 memang memiliki materi genetik utama RNA, bukan DNA. Obat ini menghentikan replikasi virus dengan melumpuhkan enzim yang disebut RNA Polimerase.

Avigan menunjukkan hasil positif dalam uji klinis yang melibatkan 340 orang di Wuhan dan Shenzhen. Empat hari usai diberikan obat tersebut, para pasien Covid-19 dites kembali dan menunjukkan hasil negatif.

Kondisi paru-paru yang ditunjukkan oleh sinar-X memperlihatkan adanya perbedaan besar antara pasien Covid-19 yang mengonsumsi Avigan dengan mereka yang tidak. Pada pasien yang mengonsumsi obat Avigan tampak kondisi paru meningkat 91 persen. Sedangkan yang tidak mengonsumsi obat Avigan, kualitas paru meningkat hanya 62 persen. Sementara itu, dalam uji coba di Wuhan, Avigan tampak memperpendek durasi demam pasien, dari rata-rata 4,2 hari menjadi 2,5 hari.

2. Klorokuin 
Klorokuin fosfat (chloroquine phosphate) merupakan senyawa sintetis (kimiawi) yang memiliki struktur sama dengan quinine sulfate. Quinine sulfate berasal dari ekstrak kulit batang pohon kina, yang selama ini juga menjadi obat bagi pasien malaria. Guru Besar Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Padjadjaran (Unpad), Keri Lestari, mengatakan bahwa kedua struktur tersebut (quinine sulfate dan chloroquine phosphate) memiliki manfaat yang sama dalam proses penyembuhan penyakit malaria. Klorokuin memang menjadi salah satu senyawa yang dianggap sebagai kandidat antivirus untuk Covid-19. Penelitian telah dilakukan oleh Wuhan Institute of Virology dari Chinese Academy of Sciences. Penelitian tersebut dilakukan oleh ahli virologi Manli Wang bersama timnya, dan telah dipublikasikan dalam jurnal Nature. Berdasarkan penelitian awal, klorokuin dapat menghambat kemampuan virus baru untuk menginfeksi dan tumbuh di dalam sel saat diuji pada kera.

3. Remdesivir 
Remdesivir adalah obat antivirus yang berhasil menyembuhkan infeksi virus Ebola. Remdesivir adalah salah satu obat yang direkomendasikan WHO untuk diuji oleh para peneliti dalam menyembuhkan Covid-19. Remdesivir telah terbukti melawan virus SARS-CoV-2 pada tikus yang terinfeksi. Obat ini juga telah diuji pada manusia yaitu di Amerika Serikat, namun butuh responden lebih banyak untuk memastikan.

4. Kombinasi lopinavir dan ritonavir 
Selain klorokuin dan remdesivir, WHO juga mengetes obat kombinasi lopinavir dan ritonavir. Kombinasi ini bekerja dengan baik untuk melawan virus HIV. Kombinasi obat ini bekerja langsung pada protein inti virus yang disebut protoase. Sama seperti remdesivir, kombinasi ini juga berhasil diuji pada tikus.



Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Jenis Obat yang Diteliti untuk Sembuhkan Corona, Ini 
Penulis : Sri Anindiati Nursastri




0 Comments:

Post a Comment